Balada beras
di tengah gelombang pasang impor beras, masih ada kapal yang terbakar, atau pesawat yang tugel ….
omong2 tentang beras (soalnya hanya bisa diomongin, sebab stoknya mulai menipis), pasti akan juga ngomongin tentang petani, kecuali semua petani beralih profesi menjadi importir beras. jadi ingat waktu forum dialog rakyat Bangbang Wetan di Surabaya kemaren. ada seorang fresh graduate yang menanyakan soal pertanian. rupanya dia anak petani. orang tuanya menyekolahkan sampai berhasil lulus perguruan tinggi dengan harapan agar dia tidak menjadi petani seperti orang tuanya. dia banyak bertanya tentang sistem pertanian, sistem tanam, pupuk, bibit, gabah dan banyak hal lain, termasuk penyuluh pertanian yang seragamnya "haram" disentuh lumpur sawah.
begitu banyak pertanyaannya. namun, kalau kita menyimaknya dengan hati, tidak hanya dengan telinga, maka sangat jelas bahwa itu semua bukan pertanyaan, melainkan sebuah sambat. sebuah keluh kesah. sebuah rintihan. yang sekarang menjadi nyata bentuknya dengan impor beras.
alasan paling logis dari impor adalah kekurangan stok. dan salah satu yang bisa menjadi sebab dari kurangnya stok adalah berkurangnya jumlah petani. berapa banyak yang menjadikan petani sebagai pekerjaan utamanya? bukan semata-mata sebagai pilihan terakhir. bayangkan jika dari keluarga petani yang ada saat ini, menyuruh dan tidak merelakan anaknya menjadi petani.
maka tidak mustahil kalau kita semua ikut "urun" tanggung jawab akan kelangkaan beras ini, karena kita tidak bisa "menghargai dan melestarikan" petani.

ehmmm…bukannya salah satu masalah langkanya beras itu jg karena dipermainkan o/ distributor? krn mereka pgn untung besar, berasnya ditimbun dulu trus kl bener2 langka, dikeluarin dah dg harga tinggi.
satu lagi napa petani ga pgn anaknya jadi petani juga…
karena jd petani itu cuma bisa dipermainkan..dah cape2 tanam beras buat makan org se Indonesia, tp yg ada harga gabah yg dimain2kan..belum lagi pupuknya mahal, belum lagi pestisidanya, belum lagi kesejahteraan petani yg emg sptnya dikesampingkan o/ pemerintah…so what now?!
TiTa said this on February 22, 2007 at 10:01 pm