header image
 

sebuah oase … (sambungan)

hampir selama beberapa waktu aku di Aceh … urusannya hampir 100% pekerjaan, yang semua waktuku terpakai untuk ngurusin dan bergaul dengan pekerjaan. hampir gakda waktu untuk sekedar jalan-jalan dan berbincang "hati ke hati" dengan orang-orang kebanyakan. hampir semua topik yang dibicarakan selalu berputar tentang rehab dan rekon (aka. proyek) yang ujung2nya duit juga, duit lagi.

dan kemaren, pas di Surabaya ngeliat anak2 KPJ (Kelompok Penyanyi Jalanan) mainin beberapa lagu, aseli air mataku sempet netes. insyaAllah lagu-lagu yang mereka ciptain emang straoght from their own heart. nyanyiin lagu tentang kehidupan "wong cilik" dari kacamata dan sudut pandang wong cilik itu sendiri. ada lagu tentang seorang pelacur, pengamen, gempa, tsunami, lumpur sidoarjo. tak ketinggalan kerinduan spiritual juga mewarnai nyanyian mereka. terutama saat nyanyiin sebuah lagu yang begitu nasionalis dan patriotis. dalam artian "ruh" bukan wadag seperti yang dijargonkan di "jakarta".

terbersit sih sebuah pikiran nakal. sudah seharusnya pemerintah berterima kasih pada orang-orang pekerja keras semacam ini. di tengah ketidakmampuan pemerintah melayani masyarakatnya (kecuali minta dilayani masyarakat), antara lain dalam menyediakan lapangan kerja, mereka ini tetap dengan problematika kesehariannya senantiasa berusaha, tanpa menadahkan tangan ke Istana Presiden atau gedung wakil rakyat misalnya.

mereka ini berjuta-juta jumlahnya ……… dan jumlah ini bukan hanya deretan angka-anka statistik yang menghiasi meja makan pada sebuah jamuan makan malam.

~ by acang on January 6, 2007.

Leave a Reply