header image
 

gadis …

( 7
)

maka jika nanti aku
terkapar, duhai gadis. terkapar kalah ditikam keinginan, terkulai dilibas rasa
ingin yang tak berujung. jangan engkau usir aku dari terbaring di depan
pintumu.

kalau engkau segan
menemuiku di depan pintumu, gadis … kirimkanlah saja padaku bisikan itu,
bisikan yang sempat menghijaukan dedaunan, mengalirkan angin semilir, dan
menggemericikkan aliran air di tabung bambu di halaman kesendirian. kesendirian
adalah kesejatian, kau bilang. engkau boleh bersama orang-orang, kau bilang
lagi, boleh saja diantara keramaian. namun, di sana hatimu tetaplah harus
engkau sedekapkan. batinmu harus senantiasa engkau i’tikafkan. nuranimu biarkan
tetap dalam duduk tahiyat awal. maka, kebeningan dan keheningan akan
menghampiri dan bercerita kepadamu tentang kepalsun dan kesejatian, tentang
gelap dan terang, tentang layl dan nahr, tentang keabadian dan
kesementaraan.

benarkah begitu adanya,
gadis ? benarkah ziarah menuju titik pusat kesunyian akan mengajarkanku semua
itu ? benarkah perjalanan thawaf dan sa’i antara baik dan benar akan
menghantarkanku pada semua itu ?

kalau memang benar adanya
gadis, sekali lagi jangan engkau usir aku dari terbaring di depan pintumu.

( … 14.10.06 … )

~ by acang on November 1, 2006.

One Response to “gadis …”

  1. Gw dah baca sebagian blog lo…filsuf juga lo! Gadis…hmmm…more than 200?! fiuuuhhhh!!!! kalap ni ceritanya dapet surat tagihan setor cucu ya? he..he…

Leave a Reply