header image
 

Life is the way He talks

Baru aja aku abis sms-an
dengan seorang teman, dan di penghujung sms-nya dia sempet bilang “blakangan,
hidup banyak ngasih pelajaran … kyk yang tak tulis di blog “ . Oke then, that was a good phrase … apalagi
mengingat kata-kata itu dari seseorang yang seusia dia. Salute !.

 

Tapi di balik itu semua,
aku mungkin adalah salah seorang yang meyakini bahwa hidup ini dalam setiap
jengkal waktunya adalah pelajaran. Waktu disini adalah waktu dalam fitrahnya,
yang bukan hanya sekedar satuan-satuan yang umum kita spakati, seperti detik,
menit, jam, dst. Hal itu juga menuntunku
ke satu keyakinan yang lain, yaitu bahwa tidak ada yang namanya kebetulan dalam
hidup. Katakanlah ada sebuah adegan dimana seseorang keluar dari mulut gang
pada jam sekian menit sekian dan detik sekian. Dan di saat yang sama ada taxi
yang sedang lewat, sehingga orang tersebut bisa menyetop taxi dan menaikinya,
dan si sopir taxi pun mendapatkan setoran. Mungkin adegan semacam itu sering
kita sebut dengan kebetulan. Kebetulan saja orang itu keluar mulut gang
berbarengan waktunya dengan taxi yang sedang lewat. Tapi, ada sebuah pertanyaan
besar di setiap kejadian semacam itu.

 

Bahwa siapakah yang
mengatur semua adegan semacam itu ? Bahwa si orang harus keluar pada koordinat
ruang dan waktu semacam itu, dan taxi yang lewat pada koordinat ruang dan waktu
semacam itu pula.

 

Then, there was a purpose on such a fragmen. There always be an
aim in everything goes in this life. Our own life
, akan
selalu bersilangan dalam ordinat dan cartesius ruang dan waktu. Hidup akan
selalu menyampaikan sesuatu … dan mungkin itulah salah satu cara Tuhan
berbicara kepada kita. Terserah kita, apakah mau menajamkan ‘aql dan qalb untuk
“mendengarkan” …

 

waLlahu a’lam …

 

tribute to : dua orang
duta dari masa depan yang dengan bodohnya mau kusebut dirinya
 “cucu yang aneh”

~ by acang on October 20, 2006.

Leave a Reply