header image
 

an answer …

tadi, sempet jalan-jalan liat blog seorang temen lama … dan sempet juga baca beberapa tulisannya

ada mitos cassiopea … its all bout chance … one single chance. soal ini, teman … satu hal yang aku yakini, yakni sebuah konsep tentang waktu. manusia adalah materi dan dimensi, dan ia membutuhkan “sesuatu” agar ke-mater-an dan ke-dimensi-an dia bisa ada dan dia dianggap eksis. maka lahirlah konsep tentang ruang dan waktu. ya, waktu … tapi apakah waktu itu sebenarnya ?? seberapa cepatkah dia berjalan ? manusia pun “memerangkap” waktu dalam satuan-satuan. detik, menit, jam … dst. tapi seperti apakah fitrah waktu itu ? bagiku, waktu itu tidak bisa terpilah-pilah menjadi detik dst. bisa jadi ia berjalan dari sepersejuta detik ke sepersejuta detik berikutnya … maka, sungguh amat sangat cepatlah ia berjalan. so … bagaimana dengan chance, kesempatan ? kesempatan datang hanya sekali … dan tidak pernah ada kesempatan yang sama datang lagi … tak akan pernah sama, setidaknya bagiku. bukankah Tuhan telah bercerita tentang Musa dan Khidhir mengembarai konsep waktu ?

kemudian ada lagi tulisan tentang berdamai dengan diri sendiri.
dulu, waktu masih kuliah di malang, aku pernah nonton di DT (alm) sebuah film yg judulnya The Thin Red Line. di awal scene ada sebuh quote “every man fights his own war”. Rasul yang mulia juga berkata perang terbesar melawan diri sendiri. ada lagi sebuah hikmah yang mengatakan bahwa kenalilah dirimu, maka engkau mengenal Tuhanmu. maka, berdamai dengan diri sendiri dalam artian yang sesungguhnya adalah kemenangan kita atas diri kita. resapilah lamat-lamat lafadz adzan, teman …. saat sang muadzin menyeru hayya ala al-falah. baca juga apa yg ditulis sejarah saat Muhammad menggapai fath makkah.

membaca ? … sebelum manusia hadir, Tuhan telah menciptakan fasilitas buat keberadaan manusia. begitu adam a.k.a manusia pertama ada, yg diajarkan pertama adalah nama-nama (asma). maka ketika wahyu pertama untuk manusia adalah perintah membaca … maka itulah yang dilakukan adam pertama kali. ketika di tulisan itu ada soal membaca buku … maka izinkan engkau melancong menemui Rumi, Ghazali, Farabi …. bagaimana mereka menemui proses pencerahan-nya. aku juga banyak membaca buku. namun, aku sadar bahwa ada jarak yang sangat jauh antara ilmu dengan pengetahuan, walau kosakata dengan sangat enteng mempersandingkannya. membaca pasti mendatangkan pengetahuan, tapi hanya dengan “membaca” akan mengantarkan ke pintu ilmu, dan amal-mu yang mengantarmu masuk ke dalamnya

Tuhan itu ilmiah ?? …. nanti kita diskusi saja soal “asal muasal (konsep) Tuhan” … hehehe

udah ah ….. lama-lama aku ngantuk juga

PS: gw mampir ke blog lu, kagak ada gorengan ma kopinya yak ……

~ by acang on January 23, 2006.

2 Responses to “an answer …”

  1. weits ini counter tulisan gue semua yak hahaha

    but thanks for the other perspective, it is very good one

    - adhit -

  2. Blogwalking ..
    nice posting i found here,.. thanks for the info

Leave a Reply