PILIHAN
Aku
masih membisu, Waktu menegaskan untuk segera memilih
Tunggu!! aku tak mau gegabah!!!
Aku tau, bahwa sikap gegabah adalah hal bodoh dalam menentukan sebuah pilihan
Tapi akan lebih bodoh lagi jika engkau tidak bisa memilih!!
!!!!!!
Aku tidak bisa membantah lagi, namun ternyata aku belum juga memilih
………….. aku mencoba untuk mengumpulkan energi!!
Kini menciptakan parameter-parameter untuk mengambil keputusan
”Apakah kau bimbang ?”
Ya …
“Kenapa
?”
Ada 2 pilihan
Pertama adalah tanggung jawab,
Kedua adalah kenyamanan dan
kepastian,
“ Apa
yang kau pertimbangkan ? “
Pertama, jika aku memilih tanggung jawab, maka aku
meninggalkan peluang untuk memperoleh zona kenyamanan dan kepastian yang bisa aku dapatkan dalam hidup aku saat ini.
“Kedua
?”
Jika aku memilih zona kenyamanan dan kepastian berarti aku meninggalkan tanggung jawab yang harus aku selesaikan.
“Ok,
apa sikap orang-orang sekitarmu ?”
Rekan, kerabat dekat dan kerabat jauh menganjurkan aku
untuk pergi menuju zona kenyamanan dan kepastian.
Rekan yang telah meninggalkan tanggung jawab dan telah menuju zona kenyamanan
juga menganjurkan hal yg sama.
“Siapa
yang mengganjalmu untuk tidak pergi kesana ?”
Dia lebih dari sekedar rekan dan kerabat, dia adalah
AKU !!!
“
Begitu rupanya… “
Ya begitulah adanya
“
Kenapa dengan dirimu ?”
Seandainya aku tahu, tentu tidak begini …
“ Apa kau tidak ingin mendapatkan kenyamanan dan kepastian ?”
Ya, aku sangat menginginkannya!! Tapi aku juga tidak
ingin meninggalkan tanggung jawab!!
“ So, engkau ingin menyelesaikan tanggung jawabmu ?”
Ya, aku ingin menyelesaikannya dengan baik dan ingin
mendapatkan kenyamanan dan kepastian!
“ So,
knapa ga kau selesaikan saja ?”
Itulah, yang membingungkanku !!
“ Knapa
?”
Aku tidak menemukan kenyamanan dan kepastian dalam menyelesaikan
tanggung jawab ini!
“ Tanggung
jawab!!! terhadap siapa ? Teman ? “
bukan
“ Saudara
?”
Juga bukan
“ Atasan
?”
Apalagi…
“ Lho
terhadap siapa dunk ?”
Terhadap perkataan aku sendiri!!
“
KARMAAAA !!? “
Tidak tepat!! karena perkataan ini dikelola dan
dimunculkan oleh orang lain dengan terencana!!
“ Kamu
dijebak dengan kata2 ?”
Sepertinya begitu …
“ Ketahuilah
setiap maksud dengan kesadaran, karena dibalik pujian, sanjungan, celaan
ataupun hinaan memiliki maksud yang bisa menjerumuskanmu kedalam penjara/surga
dirimu hanya dengan melalui kata-kata yang terucap melaluimu !!! “
Benar sekali …
“ Jika
demikianlah halmu, maka aku akan ada disisimu. Adakah kau melihat titik terang
/ jalan / laku yang dapat membebaskanmu ?”
Ya, tapi terlihat amat berat dan sulit, karena waktu
dan peluangnya sangatlah kecil!
“ HEI!!!
kamu menyerah ?”
tidak tau…
“ Apakah
kamu meragukan kehadiranku bersamamu ?”
Bukan begitu, hanya saja…
“ Sekali-kali
jangan begitu, bawalah kebenaran dari sisimu …”
Tapi bagaimana jika …
" Sekali-kali
jangan begitu, kamu wajib membawa kebenaran itu melalui dirimu
Gunakanlah kekayaan akan pengetahuan semesata dan tingkatkanlah ahlaqmu
Tuturkanlah perkataan yang baik-baik, untuk membebaskan dirimu dari belenggu
yang mengikatmu "
Kini, jelaslah sudah apa yang harus aku kerjakan!!!
Perkenankanlah aku untuk mengungkapkan kebenaran yang hak.
07.09.05 ; quotes and rewrite from PadhangmBulan.com

Leave a Reply