Persembahan
maaf …
maaf kalau tak jua
kukenakan jubah hitam ini
satu yang kutakutkan
… bahwa Ia memanggilku saat jubah ini membungkus badanku
dan bertanya …
“ …
telah
begitu banyak negerimu melahirkan manusia berjubah sepertimu,
tapi
mengapa tetap saja bunda pertiwimu terluka jiwanya ?
tapi
mengapa tetap saja menangis bunda pertiwimu ?
tapi
mengapa tetap saja berduka bunda pertiwimu ?
tidakkah
kau lihat merah putihmu luruh dan bisu di tengah tiang ?
… “
- ataukah kehadiranmu
tak menggembirakan hati bunda pertiwimu -
( beritahukanlah
padaku, sahabat – bagaimana menjawabnya … )
izinkan kupersembahkan
air mata buatmu angku, yang syahid di pangkuan bunda pertiwi
di dasar jiwaku
angku, pesan terakhirmu
“… walau
Indonesia sedang susah, marilah kita terus bernyanyi … “
(
memoar Hamid Abdul Jabbar )

Leave a Reply