luka puisiku duka
luka puisiku duka
ditelan air mata anak-anak itu
membesar perutnya kering tangisnya
getar jiwanya tak gentar gentar
luka puisiku duka
berdarah-darah di bangsal-bangsal
terbaring lemah sayu harapnya
menetes satu-satu di selang infus
luka puisiku duka
menghitung naza’ terjulur lidahnya
didekap candu bernama sekolah
ah … mimpiku terbang
membawa luka puisiku duka
meninggalkan nisan tanpa nama
mewariskan jejak tanpa kata
luka puisiku duka
berayun-ayun bersama getarnya
di setengah tiang bendera yang juga luka dukanya
(16.08.05)

Leave a Reply