Nur Khaerunnisa menampar Indonesia
Ia seorang gadis kecil … ah, bukan … ia seorang bidadari -sesuaci namanya- yang disematkan Tuhan di dada sejarah. Nur Khairunnisa namanya . Cahaya Wanita Terbaik … bidadari kecil yang mempersembahkan tak hanya hidupnya, tapi juga matinya, pada sebuah kesetiaan.
Ia berkata pada sebuah bangsa, Indonesia namanya, tidak dengan bahasa.
Ia menampar harga diri sebuah bangsa, Indonesia disebutnya, tidak dengan kemarahan.
Bagaimana ia harus marah, sedang ia adalah bidadari yang senyumnya dibutuhkan sebuah bangsa, Indonesia namanya …
Bagaimana ia harus berkata dengan bahasa, sedang di sepetak gerobak sempit milik ayahnya yang ada hanya cinta yang mustahil dibahasakan …
Ia menampar Indonesia, tepat pada mukanya (sayang, Indonesia telah lama bukan dirinya sendiri) …
Ia menampar pada Indonesia dan membuktikan bahwa benar di Indonesia berlaku sebuah ketentuan bahwa Orang Miskin Dilarang Sakit, sebab sakit sangat mahal harganya. (apatah lagi yg namanya pendidikan). kalau sampai sakit, tahu dirilah agar jangan pergi ke rumah sakit, sebab rumah sakit telah turun derajatnya menjadi mall dan plaza-plaza (seperti halnya sekolah-sekolah).
Dan jika sampai akhirnya mati karena sakit …. orang miskin hendaklah bersyukur …
sebab kadangkala … kematian lebih indah dari kehidupan … kematian adalah kehidupan yang sesungguhnya
Dan inilah Nur Khairunnisa … menampar Indonesia (sayang Indonesia telah lama bukan dirinya)

Ibunya nyari2 anak yg satunya dan suaminya, yg pernah bilang sudah cerai sama istrinya.
Padahal hanya sekedar tidak mau membagi 55 juta dari hasil sumbangan dermawan.
What a life.
BudiKurniawan said this on June 22, 2005 at 4:39 am